berbagi sedikit tentang kejadian aneh malam ini.
malam ini saya disibukakn dengan materi ujian untuk besok, diluar kamar terdengar suara tukang jualan sate yang sedikit menyanyat hati, berniat hanya sekedar melongok ternyata mata kami (saya dan abang sate) bertemu. sedikit tidak enak akhirnya saya memesan sepuluh tusuk sate ayam + lontong dengan harga 14.000 (lumayan mahal c sebenernya) ya sekali lagi karena merasa tidak enak saya iyakan saja. selintas saya melihat si abang sate membakar, sambil menunggu kebetulan saya sedang menumpang print di kamar teman, dari dalam kamar saya sempat berteriak ke si abang sate ' kalo sudah selse teriak aja ya bang' (karena kebetulan kamar saya berada di lantai atas) perut yang semula tidak lapar, menjadi lapar karena mencium wangi asap sate. dalam hati berkata, 'ga apa-apa deh mahal jadi laper beneran sih'. akhirnya saya menengok si abang yang belum memanggil saya. saya melihat si abang sedang membungkus tapi diberikan wanita yang ada disebelahnya. oow saya tenang karena si abang membungkus sate yang kedua dan lagi -lagi diberiakan ke wanita yang sama sambil menghitung total yang harus dibayar. sampai disitu saya masih masih tenang. saya melihat dibelakang gerobak si abang sate ada gerobak sate lain yang ingin lewat tapi karena sempit dia menahan sejenak. okayyy.. sekali lagi saya masih tenang, saya bicara "bang punya saya udah selesai?" si abang sempat melongok dan terlihat membereskan arang kemudian menutup gerobak dan mendorongnya menjauhi kosan disusul gerobak yang ada dibelakngnya yang sedari tadi ingin lewat. saya yang menunggu dan siap meluncurkan keranjang untuk mengambil sate yang membangkitkan selera makan hanya terdiam tanpa kata alias melongo bego mandengi si abang yang berlalu tanpa dosaaa! *ilustrasi* rasanya saya pengen nangis nglosoran di lantai sambil ngacak-ngacak rambut!!huwaaaa... tukang sate sialaaan! naaahb ga berapa lama terdengar lagi suara si abang sate tapi kali ini yang berteriak adalah tukang sate yang ada i belakang gerobak sate yang di awal karena sakiit hati yang medalaam seubun-ubun dan keburu kesel sori-sori-sori jeek! biar perut lapar ogah manggil-manggil lagi! hhuuuftt!
November 08, 2010
November 07, 2010
tiktok
haduuuuwww.. beberapa jam cuma memandangi layar yang tak bergerak sedikitpun. tak ada yang dihasilkan,
bergerak ke kotak 14" yang baru saja menjadi "miliku". rubah channel sana-sini sedikitpun tak ada yang menarik. beralih pada facebook di BB. ku baca semua status teman-teman, isinya bermacam-macam. ada yang marah, mengumbar cinta, puitis, macam-macam lah. tanpa sadar ternyata sudah hampir subuh!! sambil menahan sakit yang sekarang sedang betah sekali hinggap ditubuh, saya memutuskan untuk menarikan jari-jemari saya diatas keyboard komputer. tapi baru saja teman satu rumah saya pulang. menikmati malam minggu di club ternama,menenggak beberapa jenis minuman dan sekarang baru saja dia tertidur yang mungkin sebelumnya obat sakit kepala ditelannya dulu. begitulah.. tidak masalah ko. yakan?hehehe
sekarang adzan subuh sudah terdengar.. huuuft suhu tubuh mulain tak normal, bergerak ke panas dan membuat tidak nyaman. mungkin lebih baik saya tidur.. maaf tak ada yang berarti di posting hari ini. mmm..
bergerak ke kotak 14" yang baru saja menjadi "miliku". rubah channel sana-sini sedikitpun tak ada yang menarik. beralih pada facebook di BB. ku baca semua status teman-teman, isinya bermacam-macam. ada yang marah, mengumbar cinta, puitis, macam-macam lah. tanpa sadar ternyata sudah hampir subuh!! sambil menahan sakit yang sekarang sedang betah sekali hinggap ditubuh, saya memutuskan untuk menarikan jari-jemari saya diatas keyboard komputer. tapi baru saja teman satu rumah saya pulang. menikmati malam minggu di club ternama,menenggak beberapa jenis minuman dan sekarang baru saja dia tertidur yang mungkin sebelumnya obat sakit kepala ditelannya dulu. begitulah.. tidak masalah ko. yakan?hehehe
sekarang adzan subuh sudah terdengar.. huuuft suhu tubuh mulain tak normal, bergerak ke panas dan membuat tidak nyaman. mungkin lebih baik saya tidur.. maaf tak ada yang berarti di posting hari ini. mmm..
Oktober 21, 2010
balasan surat dari ibu
selamat malam kawan..
senang sekali melihat keramaian pestaku.
maaf kali ini tak ada hidangan besar, tak ada juga warna-warni dan kerlip lampu.
aku malah menyuguhkan lampu temaram dengan wajah sendu
semalam aku mengirim surat ke ibuku melalui udara dan sunyi malam
bekeluh kesah tentang hidup dan usiaku yang terus saja dimakan jaman.
biasanya ibu tak pernah mebalas surat-suratku, tapi kali ini sungguh sangat mengejutkan.
ibu mengirimiku surat..
begini isinya
putriku.. tak terasa waktu terus berlalu menghabiskan siang dan malam yang tak pernah lelah berganti.
tak terasa sikecil yang dulu ditimang dan tertatih untuk berjalan kini sudah pandai berlari bahkan mungkin sudah berani untuk terbang.
ibunda disini nak..akan selalu disini menemani.aku masih ingat hari ini adalah malam dimana tangisan pertamamu menggema dunia,
hari ini malam pertama dimana kamu mulai menghirup udara, hari ini malam pertama dan kita akan menari bersama dalam alunan melodi sayu.
mari menari diiringi ayat-ayat doa dan harapan.
harapan akan masa depan yang cerah, walau langit sudah lupa memberi cerah
tetaplah berdiri tegak, tak usah hiraukan angin badai yang menerjang.
aku disini nak..bersama doaku dimalam pertama saat tangismu memecah dunia
selamat ulang tahun
mmm.. ini kejutan untukku sekaligus hadiah yang tak terlupa.
terimakasih..
senang sekali melihat keramaian pestaku.
maaf kali ini tak ada hidangan besar, tak ada juga warna-warni dan kerlip lampu.
aku malah menyuguhkan lampu temaram dengan wajah sendu
semalam aku mengirim surat ke ibuku melalui udara dan sunyi malam
bekeluh kesah tentang hidup dan usiaku yang terus saja dimakan jaman.
biasanya ibu tak pernah mebalas surat-suratku, tapi kali ini sungguh sangat mengejutkan.
ibu mengirimiku surat..
begini isinya
putriku.. tak terasa waktu terus berlalu menghabiskan siang dan malam yang tak pernah lelah berganti.
tak terasa sikecil yang dulu ditimang dan tertatih untuk berjalan kini sudah pandai berlari bahkan mungkin sudah berani untuk terbang.
ibunda disini nak..akan selalu disini menemani.aku masih ingat hari ini adalah malam dimana tangisan pertamamu menggema dunia,
hari ini malam pertama dimana kamu mulai menghirup udara, hari ini malam pertama dan kita akan menari bersama dalam alunan melodi sayu.
mari menari diiringi ayat-ayat doa dan harapan.
harapan akan masa depan yang cerah, walau langit sudah lupa memberi cerah
tetaplah berdiri tegak, tak usah hiraukan angin badai yang menerjang.
aku disini nak..bersama doaku dimalam pertama saat tangismu memecah dunia
selamat ulang tahun
mmm.. ini kejutan untukku sekaligus hadiah yang tak terlupa.
terimakasih..
SENJA DI PELABUHAN KECIL
buat: Sri Ajati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
1946
chairil anwar
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
1946
chairil anwar
Oktober 20, 2010
surat untuk ibu
bu,,aku putri kecilmu yang dulu kau timang setiap kali aku menangis merasakan sesuatu. aku putrimu yang sekarang sudah hampir beranjak dewasa. usiaku akan bertambah setiap tahunnya begitupun ibu.
terkadang aku sombong bahwa suatu hari nanti aku akan hidup sendiri tanpa bayanganmu.namun saat masalah membelenggu lagi-lagi aku lari ke pelukanmu. bu..aku sangat takut sendiri, takut tak bisa lagi memelukmu. takut tak bisa lagi mencium aroma khas tubuhmu, takut tak bisa lagi mencium lembut tangan dan keningmu.
aku rapuh..sendiri disini, aku ingin membawamu pergi. aku, ibu dan adik kecilku.. bertiga saja menjalani hidup. aku percaya kita mampu.
bu,,aku tidak pernah membayangkan semua ini begitu berat. sendiri di hiruk-pikuk kota besar. aku menjadi pengecut yang tak pernah berani hadapi apapun.menghadapimu saja aku ragu..
aku lelah hidup seperti ini. aku ingin pulang.. tapi aku tak sanggup untuk melangkah pulang, aku takut terjepit oleh sudut-sudut yang terus menerorku. tapi aku rindu padamu.. rindu dipelukmu. bu.. aku belum sempurna menjagamu, aku ingin menjagamu dan lupakan semua mimpi-mimpiku
teringat saat aku kecil dulu..saat hidup begitu sulit untuk ditaklukan. di dapur sempit rumah kontrakan kita. kau berjongkok didepan kompor minyak menggoreng keripik untuk dijual dan ibu masih setia meladeniku yang tak pernah mau berhenti bertanya.saat itu kita hanya berdua bu..tapi kita mampu! masih ada tawa dalam rumah sempit kita itu. ketika usiaku lima tahun dan mulai memasuki masa-masa pertama sekolah, aku ingat betul begitu marahnya ibu saat aku memutuskan untuk kembali kerumah sendiri, aku berlari ke kolong meja menghindari sapumu.sekarang aku tertawa jika mengingat itu dan aku tahu betapa khawatirnya dirimu.
sekarang aku beranjak dewasa, dan aku benci ketika dinamika kehidupan aku dan ibu berubah, aku rindukan masa-masa saat waktu menjadi milik kita berdua. biar saja ayah tenang disana.saya benar-benar bingung menjadi dewasa dan ikut memutuskan hidup yang akan kau jalani nanti. bu,, dalam diam dan ketidakperdulianku sesungguhnya aku menyayangimu, dalam tawa riangku disini aku memendam kekhawatiran yang sangat, aku mohon..maafkan segala ketidaksempurnaan putrimu ini. maaf tidak sempurna menjagamu. kalau saja bisa aku ingin terbang pulang dan mendekapmu.
aku menyanyangimu..
terkadang aku sombong bahwa suatu hari nanti aku akan hidup sendiri tanpa bayanganmu.namun saat masalah membelenggu lagi-lagi aku lari ke pelukanmu. bu..aku sangat takut sendiri, takut tak bisa lagi memelukmu. takut tak bisa lagi mencium aroma khas tubuhmu, takut tak bisa lagi mencium lembut tangan dan keningmu.
aku rapuh..sendiri disini, aku ingin membawamu pergi. aku, ibu dan adik kecilku.. bertiga saja menjalani hidup. aku percaya kita mampu.
bu,,aku tidak pernah membayangkan semua ini begitu berat. sendiri di hiruk-pikuk kota besar. aku menjadi pengecut yang tak pernah berani hadapi apapun.menghadapimu saja aku ragu..
aku lelah hidup seperti ini. aku ingin pulang.. tapi aku tak sanggup untuk melangkah pulang, aku takut terjepit oleh sudut-sudut yang terus menerorku. tapi aku rindu padamu.. rindu dipelukmu. bu.. aku belum sempurna menjagamu, aku ingin menjagamu dan lupakan semua mimpi-mimpiku
teringat saat aku kecil dulu..saat hidup begitu sulit untuk ditaklukan. di dapur sempit rumah kontrakan kita. kau berjongkok didepan kompor minyak menggoreng keripik untuk dijual dan ibu masih setia meladeniku yang tak pernah mau berhenti bertanya.saat itu kita hanya berdua bu..tapi kita mampu! masih ada tawa dalam rumah sempit kita itu. ketika usiaku lima tahun dan mulai memasuki masa-masa pertama sekolah, aku ingat betul begitu marahnya ibu saat aku memutuskan untuk kembali kerumah sendiri, aku berlari ke kolong meja menghindari sapumu.sekarang aku tertawa jika mengingat itu dan aku tahu betapa khawatirnya dirimu.
sekarang aku beranjak dewasa, dan aku benci ketika dinamika kehidupan aku dan ibu berubah, aku rindukan masa-masa saat waktu menjadi milik kita berdua. biar saja ayah tenang disana.saya benar-benar bingung menjadi dewasa dan ikut memutuskan hidup yang akan kau jalani nanti. bu,, dalam diam dan ketidakperdulianku sesungguhnya aku menyayangimu, dalam tawa riangku disini aku memendam kekhawatiran yang sangat, aku mohon..maafkan segala ketidaksempurnaan putrimu ini. maaf tidak sempurna menjagamu. kalau saja bisa aku ingin terbang pulang dan mendekapmu.
aku menyanyangimu..
Oktober 15, 2010
lovabianca
Suatu sore yang tidak begitu cerah disudut cafe ternama di jogjakarta bersama Secangkir kopi hitam,beberapa novel serta alunan lagu jazz menemaniku melarikan diri dari hiruk pikuk jakarta.
Mengeluarkan sebatang rokok dan membakarnya tiba-tiba seorang perempuan mendatangiku
"maaf mba disini dilarang merokok"
dengan segera aku mematikan rokok ku.
Aku jadi teringat mengenai resolusi ku tahun ini bahwa aku tidak akan lagi mengisap batangan-batangan tembakau itu. Resolusi bodoh menurutku. jelas saja. hal itu aku lakukan saat dia masih ada dan setia mengingatkanku untuk tidak terlalu banyak mengisap rokok sederet alasan pun dia beberkan setelahnya dia merebut rokok dari mulutku dan mematikannya jika aku sudah mulai menunjukan muka tak perduli dengan kata-kata yang dia ucapkan. Tentunya bukan hanya itu saja dia pun mengambil seluruh rokok dari dalam tasku dan memasukannya ke dalam kantong celananya. Kalo sudah begitu aku menyerah, dengan rayuan macam apapun dia tidak akan membiarkanku merebut kembali rokok tersebut. Hasilnya adalah seharian bersamanya menjadi cukup menyiksa tanpa rasa tembakau di mulutku.
Tiba-tiba aku merasakan sesak di dadaku. Oh tuhan aku tak mau sesak ini datang setelah beberapa hari aku bisa bernafas lega. Tapi rasa sakitnya ternyata terus menjalar dan tak sadar air mata sudah membasahi pipiku.
Tidaaak! aku benci seperti ini. Beberapa hari ini aku sudah menang melawan rasa sakitnya tapi sore ini aku merasakan kekalahan lagi..
Air mataku terus menetes diiringi hujan yang juga mulai turun.
kejadian sore tadi di cafe membuat ku dengan segera Kembali ke hotel tempatku menginap.
berendam di air hangat ternyata cukup membuatku tenang. Tiba-tiba handphoneku berdering. Layar handponeku menunjukan nama lola, hari ini sudah lebih dari 10 kali dia menghubungiku.
"kenapa sih la?"
"ya ampun bi..lo tuh kemana aja sih. Telpon gw ngga pernah lo angkat."
"ga keangkat la..sori"
"alesaaaaan..! Lo dimana sekarang? UDah empat hari lo ngga masuk kantor."
"liburan. Gue dah bilang ko ke Astri."
"bi.. Udahlah lo pulang gue sama yang lain kangen sama lo."
"nanti.. Gue masih betah."
"bi.. (lola terdiam sejenak) lo yang sabar ya .."
"udah ya la.."
"bi..hallo.. Bi.."
(tut..tut..tut..)
aku menenggelamkan kepalaku di bathub.
sinar putih menyilaukan datang ke arahku aku menutup mataku dengan jari-jariku.
Sayup-sayup aku mendengar tawa seseorang
aku kenal betul khas tawanya. Aku berjalan di lorong dengan banyak sekali foto-foto yang bergantung. Aku mengenal orang dalam foto tersebut tapi kenapa lidahku kelu saat aku ingin mengucApkan namanya
Dan orang yang ada di foto itu tiba-tiba haDir dihapanku. Namun tiba-tiba sinar putih itu menariknya menjauh dariku..
Nafasku tersengal keringat sudah membasahi tubuhku.
Mimpi..
Tadi itu hanya mimpi.
Aku bangun dan segera menenggak sebotol penuh air mineral dengan satu tarikan nafas. Namun aku masih tidak dapat mengatur nafasku seperti semula. Masih saja tersengal. Aku berjalan ke kamar mandi dan membasuh wajahku terus dan terus.
Bayangan seseorang di mimpi itu masih lekat sekali. Aku memandangi wajahku dalam cermin dan aku tahu apa yang sebaiknya aku lakukan.
udara jogjakarta malam ini begitu dingin.sekarang sudah lebih dari jam dua belas malam tapi jalanan masih sangat ramai dipadati oleh kendaraan dan di dominasi oleh motor.
Aku tak perlu keluar jauh dari hotel karena hotel tempatku menginap memang berada di tengah kota yang banyak menyuguhkan jajanan malam khas jogja.
Aku duduk di salah satu warung lesehan seperti biasa kopi hitam menjadi andalanku.
Bosan berdiam diri di lesehan akhirnya aku memilih untuk berjalan dan berkeliling-keliling. Aku sampai disuatu sudut kota pandanganku tertuju pada kerumunan orang di depanku.
Rasa penasaran memancingku untuk ikut menjadi bagian dari mereka
dengan susah payah aku berhasil merangsek masuk dan berada di barisan paling depan. Beruntung juga mempunyai tubuh mungil.
Tapi setelah kulihat tak ada yang spesial dihadapanku,semuanya biasa cuma sekumpulan orang yang sedang mengamen tak ada yang menarik. Tapi...tunggu tunggu dulu aku seperti mengenal orang yang berdiri di belakang mic. Ya aku mengenalnya dia Ardiano masardhie. Ya Tuhan, pantas saja orang-orang ini rela berdesak-desak.
akupun ikut terpaku dan hanyut kedalam lantunan lagu yang dibawakannya.
Tiba-tiba hujan mengguyur semua orang berlari mencari tempat berteduh.
Ardi dan bandnyapun ikut bubar.
Aku berteduh diwarung kaki lima terdekat. Sambil menahan bibirku yang terus gemertak karna kedinginan.
"lo bianca kan?"
aku dikagetkan oleh suara berat di sampingku.
"ardi.."
aku kaget melihat ardi ada disebelahku.
"apa kabar lo? Ko ada di jogja?"
"baik.gw lagi liburan.bosen dijakarta terus. Lo sendiri? Lagi promo album baru ya?"
"gimana ya.. sebenernya gw juga lagi liburan bareng temen-temen band gw,tapi permintaan manajemen sekalian aja promo album. Tapi ngga ngoyo sih. Ya caranya gini. Tiap kali gw hangout keluar kita nyempetin ngamen."
"strategi pemasaran gaya baru ya." kataku sambil terus mendekap tubuhku sendiri. Aku benar-benar kedinginan.
"yaa bisa dibilang gitu. Lo kedinginan ya?"
"eh.. lumayan" jawabku sedikit ragu.
"pake jaket gw ni.." ardi melepas jaketnya dan memberikan padaku.
"ngga usah di, ngga apa-apa ujannya bentar lagi juga berenti ko. Gw mau langsung pulang." sambil mengembalikan jaket miliknya.
"yakin lo?"
Aku mengangguk yakin.
Sebenarnya aku memang cukup kedinginan karena aku memang tak pernah kuat dengan udara dingin. Tapi
Mengeluarkan sebatang rokok dan membakarnya tiba-tiba seorang perempuan mendatangiku
"maaf mba disini dilarang merokok"
dengan segera aku mematikan rokok ku.
Aku jadi teringat mengenai resolusi ku tahun ini bahwa aku tidak akan lagi mengisap batangan-batangan tembakau itu. Resolusi bodoh menurutku. jelas saja. hal itu aku lakukan saat dia masih ada dan setia mengingatkanku untuk tidak terlalu banyak mengisap rokok sederet alasan pun dia beberkan setelahnya dia merebut rokok dari mulutku dan mematikannya jika aku sudah mulai menunjukan muka tak perduli dengan kata-kata yang dia ucapkan. Tentunya bukan hanya itu saja dia pun mengambil seluruh rokok dari dalam tasku dan memasukannya ke dalam kantong celananya. Kalo sudah begitu aku menyerah, dengan rayuan macam apapun dia tidak akan membiarkanku merebut kembali rokok tersebut. Hasilnya adalah seharian bersamanya menjadi cukup menyiksa tanpa rasa tembakau di mulutku.
Tiba-tiba aku merasakan sesak di dadaku. Oh tuhan aku tak mau sesak ini datang setelah beberapa hari aku bisa bernafas lega. Tapi rasa sakitnya ternyata terus menjalar dan tak sadar air mata sudah membasahi pipiku.
Tidaaak! aku benci seperti ini. Beberapa hari ini aku sudah menang melawan rasa sakitnya tapi sore ini aku merasakan kekalahan lagi..
Air mataku terus menetes diiringi hujan yang juga mulai turun.
kejadian sore tadi di cafe membuat ku dengan segera Kembali ke hotel tempatku menginap.
berendam di air hangat ternyata cukup membuatku tenang. Tiba-tiba handphoneku berdering. Layar handponeku menunjukan nama lola, hari ini sudah lebih dari 10 kali dia menghubungiku.
"kenapa sih la?"
"ya ampun bi..lo tuh kemana aja sih. Telpon gw ngga pernah lo angkat."
"ga keangkat la..sori"
"alesaaaaan..! Lo dimana sekarang? UDah empat hari lo ngga masuk kantor."
"liburan. Gue dah bilang ko ke Astri."
"bi.. Udahlah lo pulang gue sama yang lain kangen sama lo."
"nanti.. Gue masih betah."
"bi.. (lola terdiam sejenak) lo yang sabar ya .."
"udah ya la.."
"bi..hallo.. Bi.."
(tut..tut..tut..)
aku menenggelamkan kepalaku di bathub.
sinar putih menyilaukan datang ke arahku aku menutup mataku dengan jari-jariku.
Sayup-sayup aku mendengar tawa seseorang
aku kenal betul khas tawanya. Aku berjalan di lorong dengan banyak sekali foto-foto yang bergantung. Aku mengenal orang dalam foto tersebut tapi kenapa lidahku kelu saat aku ingin mengucApkan namanya
Dan orang yang ada di foto itu tiba-tiba haDir dihapanku. Namun tiba-tiba sinar putih itu menariknya menjauh dariku..
Nafasku tersengal keringat sudah membasahi tubuhku.
Mimpi..
Tadi itu hanya mimpi.
Aku bangun dan segera menenggak sebotol penuh air mineral dengan satu tarikan nafas. Namun aku masih tidak dapat mengatur nafasku seperti semula. Masih saja tersengal. Aku berjalan ke kamar mandi dan membasuh wajahku terus dan terus.
Bayangan seseorang di mimpi itu masih lekat sekali. Aku memandangi wajahku dalam cermin dan aku tahu apa yang sebaiknya aku lakukan.
udara jogjakarta malam ini begitu dingin.sekarang sudah lebih dari jam dua belas malam tapi jalanan masih sangat ramai dipadati oleh kendaraan dan di dominasi oleh motor.
Aku tak perlu keluar jauh dari hotel karena hotel tempatku menginap memang berada di tengah kota yang banyak menyuguhkan jajanan malam khas jogja.
Aku duduk di salah satu warung lesehan seperti biasa kopi hitam menjadi andalanku.
Bosan berdiam diri di lesehan akhirnya aku memilih untuk berjalan dan berkeliling-keliling. Aku sampai disuatu sudut kota pandanganku tertuju pada kerumunan orang di depanku.
Rasa penasaran memancingku untuk ikut menjadi bagian dari mereka
dengan susah payah aku berhasil merangsek masuk dan berada di barisan paling depan. Beruntung juga mempunyai tubuh mungil.
Tapi setelah kulihat tak ada yang spesial dihadapanku,semuanya biasa cuma sekumpulan orang yang sedang mengamen tak ada yang menarik. Tapi...tunggu tunggu dulu aku seperti mengenal orang yang berdiri di belakang mic. Ya aku mengenalnya dia Ardiano masardhie. Ya Tuhan, pantas saja orang-orang ini rela berdesak-desak.
akupun ikut terpaku dan hanyut kedalam lantunan lagu yang dibawakannya.
Tiba-tiba hujan mengguyur semua orang berlari mencari tempat berteduh.
Ardi dan bandnyapun ikut bubar.
Aku berteduh diwarung kaki lima terdekat. Sambil menahan bibirku yang terus gemertak karna kedinginan.
"lo bianca kan?"
aku dikagetkan oleh suara berat di sampingku.
"ardi.."
aku kaget melihat ardi ada disebelahku.
"apa kabar lo? Ko ada di jogja?"
"baik.gw lagi liburan.bosen dijakarta terus. Lo sendiri? Lagi promo album baru ya?"
"gimana ya.. sebenernya gw juga lagi liburan bareng temen-temen band gw,tapi permintaan manajemen sekalian aja promo album. Tapi ngga ngoyo sih. Ya caranya gini. Tiap kali gw hangout keluar kita nyempetin ngamen."
"strategi pemasaran gaya baru ya." kataku sambil terus mendekap tubuhku sendiri. Aku benar-benar kedinginan.
"yaa bisa dibilang gitu. Lo kedinginan ya?"
"eh.. lumayan" jawabku sedikit ragu.
"pake jaket gw ni.." ardi melepas jaketnya dan memberikan padaku.
"ngga usah di, ngga apa-apa ujannya bentar lagi juga berenti ko. Gw mau langsung pulang." sambil mengembalikan jaket miliknya.
"yakin lo?"
Aku mengangguk yakin.
Sebenarnya aku memang cukup kedinginan karena aku memang tak pernah kuat dengan udara dingin. Tapi
sedikit tentang schizophrenia
Pengertian skizofrenia :
Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).
Pada pasien penderita, ditemukan penurunan kadar transtiretin atau pre-albumin yang merupakan pengusung hormon tiroksin, yang menyebabkan permasalahan pada zalir serebrospinal.[1] 75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.
Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati, kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog.
Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi. Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.
Langganan:
Postingan (Atom)